“Kapan papa pulang?”


Info untuk warga jogja, maaf keluar dari topik arsitektur..

What i Feel and Think

Sejatinya setiap manusia mempunyai harapan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Seperti apa yang dilakukan oleh suami saya, Hendro Rahtomo, yang demi mewujudkan harapan itu suami saya menjalin kerjasama kredit untuk pengembangan usahanya, namun akhirnya justru terjerat dalam perangkap mafia perbankan. Hingga suami saya ditahan dan rumah tinggal kami yang dijaminkan atas peminjaman itupun terancam hilang.

Saya berbagi kisah ini dengan harapan pengalaman buruk berkerjasama dengan bank yang menimpa keluarga saya ini tidak terjadi pada keluarga lain, dan juga sebagai luapan emosi yang tidak tertahan lagi, terlebih akhir-akhir ini saya makin kesulitan menjelaskan keberadaan suami saya ketika ketiga anak saya bertanya keberadaan ayah mereka.

Cerita ini dimulai pada Desember 2011, ketika Hendro Rahtomo membutuhkan tambahan dana untuk pengembangan usaha, dan kemudian berhubungan dengan pihak sebuah BPR di Semarang,untuk pemenuhan dana pengembangan usaha. Pihak BPR memang menyetujui pemberian dana kredit, tetapi kucuran kredit tersebut dituangkan bukan dalam bentuk Perjanjian Kredit namun berdasarkan…

View original post 836 more words


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s