Arsitek VS Pemborong


arsitek vs pemborong
Hallo.. selamat datang kembali di blog pribadi saya https://sety4budi.wordpress.com semoga kebahagiaan selalu menyertai anda dan keluarga. Dalam kesempatan ini saya akan coba menuliskan pengalaman pribadi saya, dimana terkadang klien mempunyai perspektif yang beraneka ragam tentang ruang kerja arsitek dengan pemborong atau kontraktor.

Batas ruang kerja antara pemborong dan arsitek sebenarnya mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Arsitek yang biasa juga disebut sebagai konsultan perencana mempunyai batasan kerja memberikan gambaran, detail perencanaan, dan anggaran kepada klien, yang kemudian akan dilaksanakan oleh pemborong / kontraktor.

Perencanaan meliputi gambaran tentang desain, detail, sepesifikasi, serta kisaran harga ( RAB ) yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara desain, structural. Itu semua adalah tanggung jawab arsitek sebagai konsultan perencana. Namun dilapangan semua menyesuaikan terhadap klien. Beberapa waktu yang lalu menemui seorang klien di Yogyakarta / jogja yang meminta detail material yang digunakan pada saat proses konstruksi nanti, karena beliau berencana ingin membangun sendiri rumahnya. Hal ini tidak termasuk dalam jasa arsitek, karena arsitek hanyalah member gambaran yang akan dilaksanakan oleh pemborong / kontraktor. Walaupun sebenarnya arsitek mampu memberikan rincian penggunaan material pada waktu proses konstruksi ini.
Batasan kerja pemborong adalah melaksanakan apa yang sudah direncanakan arsitek, semua ketentuan teknis sudah tertera pada gambar kerja. Pemborong / kontraktor bertanggung jawab penuh kepada klien agar apa yang sudah direncanakan oleh arsitek dilaksanakan sesuai dengan apa yang tertera. Untuk harga, tergantung pada kesepakatan antara pemborong dengan klien.
Namun kenyataan dilapangan sekarang beraneka ragam. Ada arsitek yang sekaligus melayani jasa konstruksi. Adapula pemborong yang juga melayani jasa desain. Semua tergantung pada klien, karena apa yang akan mereka bangun adalah asset berharga dan mempunyai nilai nominal besar. Kalau menurut pendapat saya pribadi, lebih baik menyerahkan sepenuhnya kepada arsitek. Beberapa alasanya adalah :
1. arsitek lebih tau apa yang mereka rencanakan karena mereka sendirilah yang mendesain.
2. arsitek akan lebih menghargai hasil karyanya sendiri walaupun kadang harus mengurangi profit karena apa yang akan mereka bangun akan sangat dibanggakan arsitek itu sendiri sebagai masterpiece karya seni mereka dan bukan semata mata mengacu pada profit.
3. Apabila terjadi perubahan desain, arsitek mampu memberikan gambaran bagaimana respon desain paling bagus apabila terjadi perubahan di tengah proses konstruksi nanti.


10 thoughts on “Arsitek VS Pemborong

  1. Duh, gak ngerti nih ttg arsitek.. mungkin kalo aku perlu desain rumah bisa pesan di sini kali ya hehehe.. kebetulan udah punya rekan blogger di bagian desain lansekap, jadinya klop deh🙂

    Btw thanks udah mau berbagi n mampir ke blogku.. salam kenal ya🙂

    Like

  2. Halo mas setya, nama saya wasis, mau tanya ya, apa untung ruginya bila pekerjaan diborongkan?maksudnya perbandingan antara borong upah aja (material dari kita) dengan borong semuanya (upah dan material)

    Like

    1. Salam kenal mas wasis.. aduh pertanyaanya berat nih, jadi ingat ujian waktu kuliah dulu😀
      hmm..saya coba jawab ya semoga berkenan..

      Untuk mencapai hasil yang maksimal dari kedua sistem tersebut, tergantung dari posisi dan sikon mas wasis. Kalau mas wasis punya waktu untuk mengawasi dan menatur jalannya proses konstruksi, sistem borong upah saya rasa lebih baik. Akan tetapi diperlukan tenaga ahli agar pelaksanaanya nanti tidak tidak menyimpang dari gambar kerja yang telah dibuat arsiteknya, dan kalo mas wasis sendiri yang akan menghandel materialnya tentu mas wasis perlu pengetahuan tentang penggunaan dan perhitungan material agar penggunaanya tidak membengkak nanti, kalau tukang kan maunya asal ngerjakanya enak aja mas..😀

      Kalo diborongkan keseluruhanya saya sarankan mas wasis jeli memilih kontraktor yang bertanggung jawab. Jangan asal murah, yang utama adalah yang bertanggung jawab, paham terhadap desain yang dibuat, g sok pintar ngrubah gambar seenaknya, dan mau di ajak kerjasama jika sewaktu waktu ada perubahan kontrak di tengah proses konstruksi.

      Sudah panjang sepertinya jawaban saya mas, semoga bermanfaat bagi mas wasis..

      Like

  3. Mas setya , saya ingin menawarkan kerjasama . Kami dari Rafa mebel di Jl.Kaliurang km 14 Tegal manding Yogyakarta .Telp 0274 784 9677
    Kami memproduksi furniture dan interior termasuk Kusen , jendela dari kayu / multiplek .
    Terimakasih dan kami berharap bisa kerjasama.

    yadi

    Like

  4. Kebanyakan arsitek ‘malas’ kalo cuma dimintai jasa ‘gambar’ saja tanpa sekalian membangunnya.

    Saya berencana membangun rumah baru, tapi rencanana saya pisahkan antara jasa arsitek dengan jasa konstruksinya.

    Bagaimana menurut Mas/Pak Budi.

    Terimakasih atas tanggapannya.

    Like

  5. saya pengrajin kusen pintu jendela ,saya mau menawarkan kerjasama mas PD NANANG JAYA ,jl hos cokroaminoto no 189 no tlp 0274 622588,085794572361, harga murah mas kerjaan rapi d jamin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s