Mendesain dengan style art deco pada eksterior dan interior


Sekilas tentang art deco

art deco merupakan style desain, bukan hanya pada arsitektur, style art deco meliputi interior, furniture, perhiasan, sclupture, bahkan pada seni visual seperti tarian, theatre, film, dll. Style ini trend pada tahun 1920an sampai 1939. Corak yang digunakan sangat khas, merupakan modernisasi setelah era victorian. Sebuah karya iconic terpopuler dari style ini adalah The Chrysler, bangunan bertingkat tinggi di New York.

 

The Chrysler, New york


Beberapa terapan dalam desain dengan gaya art deco adalah :

Aplikasi dalam arsitektur
Style art deco dapat diaplikasikan dalam desain arsitektural, bisa dalam wujud motif, detail, dan guratan estetis lain pada eksterior sebuah bangunan. Untuk desain di Indonesia, dimana mempunyai iklim tropis lembab, tentu tidak semua elemen desain pada style art deco ini bisa di adopsi secara langsung. Harus ada modifikasi agar bisa di aplikasikan pada arsitektur tropis.

Penggunaan detail yang khas dengan ciri art deco

Dalam arstektur art deco, penggunaan detil arsitektural semakin memperkuat karakter dalam penggunaan style arsitektur ini. Tentunya kombinasi antara masa bangunan keseluruhan dan detil arsitekturalnya harus serasi dengan memperhatikan order, space, aksen point, dan aspek desain lainya.

Penggunaan furniture dalam ruangan

Apabila anda ingin menampilkana image art deco yang kuat pada interior anda, maka penggunaan furniturenya pun harus sesuai dengan material dinding, lantai dan plafonnya. Kalau dalam theatre diibaratkan lantai, dinding, dan plafon sebagai backgroundnya, dan perabotan sebagai aktornya. Maka keduanya harus tampak senada, selaras, dan mempunyai hubungan secara visual. Sehingga apabila masuk dalam ruangan tersebut kita bisa merasakan keharmonisanya.

Penggunaan pernak pernik sebagai eye catch

Agar ruangan tidak terkesan monotone, penggunaan pernak pernik seperti guci, vas bunga, figura, lampu dan hiasan lainnya akan semakin mempercantik sebuah ruangan. Ruangan akan terasa lebih hidup dan enak ditempati. Akan tetapi penggunaan elemen eye catch yang berlebihan malah akan merusak citra visual yang terbentuk. Maka penggunaanya pun harus berhati hati dan sesuai dengan porsinya.

elemen dalam desain style art deco
elemen dalam desain style art deco

Referensi : Art deco for desainer and collector

Read in English

Seyabudi Arsitek


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s