Arsitektur Yogyakarta


Posted by : setyabudi architect
“Jasa Arsitek dan desain interior, rumah, ruko, apartement, showroom, interior, eksterior dan kontraktor untuk wilayah Jakarta, Bandung, Surabaya, semarang, Surabaya, Jogja, Yogya, Yogjakarta dan semua wilayah lain di Indonesia.”

Selamat datang kembali http://sety4budi.wordpress.com. Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu menyertai anda sekeluarga. Kali ini saya akan membahas tentang salah satu khasanah arsitektur Indonesia, dan arsitektural Jogja / Yogyakarta pada khususnya.

arsitek vs pemborong

Indonesia kaya sekali akan ragam budaya, termasuk khasanah arsitekturnya. Dari Aceh sampai Papua, terdapat ciri arsitektur yang berbeda karena latar belakang sosial yang beragam. Rumah joglo adalah merupakan salah satu bentuk arsitektur yang populer di Yogyakarta / Jogja sebagai rumah tradisionalnya.

Di daerah yogyakarta anda masih bisa menjumpai bentuk bangunan ini, baik dipakai oleh individual maupun milik pemerintah. Jika anda ingin melihat secara langsung datang saja ke Keraton Yogyakarta. Sebagian besar konsep bangunan yang digunakan adalah bangunan Joglo. Di Keraton Yogyakarta selain anda bisa melihat bangunan joglo anda juga bisa melihat peninggalan bersejarah lainya yang dipamerkan di Keraton.

Konsep Arsitektural

Apabila membicarakan konsep arsitektural pada bangunan Joglo di Yogyakarta, sangat erat kaitannya dengan nilai nlai filosofi tentang bangunan ini. Dulu di Jogja/Yogyakarta rumah joglo digunakan oleh kaum bangsawan dan kalangan tertentu yang mampu membangun rumah joglo ini. Karena dibanding dengan rumah tradisional lainya, bangunan joglo mempunyai biaya konstruksi yang lebih mahal. Perawatanya juga membutuhkan biaya lebih besar, karena ada pantangan untuk tidak merubah bentuk rumah joglo karean dipercaya akan mendatangkan efek yang tidak baik bagi keluarganya.

Struktural

Beban dari atap disalurkan ke tamah melalui tiang tiangnya yang disebut sebagai “soko”. Jenis soko dibedakan sebagai berikut :
soko guru, adalah 4 tiang utama di tengah. Tiang ini menyangga beban paling berat dari atap. Karena atap yang ditopang bagian tiang ini mempunyai kemiringan yang curam, sehingga volumenya semakin besar pula. Soko guru biasanya dihiasi dengan motif ukiran. Meskipun ada juga yang polos tidak memakai ukiran

Soko rowo, merupakan tiang yang letaknya diluar soko guru
soko emper, merupakan tiang yang menyangga emperan atap. Soko emper terletak dibagian paling luar dari bangunan joglo.

Sumber :
Kompas.com
atgaba.wordpress.com
gebyok.com
sang-pemulung.blogspot.com
wikipedia.org

4 thoughts on “Arsitektur Yogyakarta”

  1. saya ingin lebihh tau tentang bagian2 dari bangunan konstruksi kayu jawa kuno. adakah artikel yg benar2 membahas semua bagian dan istilah2nya??? mohon bantuannya. terima kasih sebelumnya…

    Like this

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s